Copyright 2019 - Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK)

KENALI DIGITAL FORENSICS MELALUI SEMINAR NASIONAL INFECT 2018

Rabu, 7 November 2018. “Internet telah mengubah hidup kita”, Ya Internet memang benar-benar seperti menjadi ekstensi dari diri kita di dunia digital ini, kendati demikian dari sekian banyaknya kemudahan dan keuntungan yang diberikan oleh kemudahan ICT (Information and Communication Technologies) ternyata menyimpan banyak sekali Threat ataupun bahaya yang mengintai dari berbagai kegiatan yang kita lakukan di Internet. Menyikapi problematika tersebut, Prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (TI-UMP) menggelar Seminar Nasional pada rangkaian event INFECT (Informatics Conference & Competition) 2018 dengan mengambil tema “Digital Forensics for Public Finance”. INFECT sendiri memiliki event lanjutan yakni Conference dan Comptetion atau Lomba Berb asis IT & Networking pada siswa-siswa SMK pada desember mendatang.

 

Setiap tahunnya Seminar INFECT selalu mengambil tema yang sedang menjadi Trending-topic yang ada di kalangan netizen maupun akademika, dimana tahun 2017 lalu INFECT mengusung tema “Artificial Intelligence” lalu pada tahun ini mengusung Forensics. Tak heran pada event ini menghadirkan Izazi Mubarok,S.ST.,M.Sc. dari Digital Forensics Specialist Subdit Direktorat Jendral Pajak RI. Dengan dimoderatori oleh Muklis Prasetyo Aji, S.T., M.Kom., penyampaian materi semakin bisa menarik interest khalayak mahasiswa TI-UMP yang didominasi oleh mahasiswa semester 1, 3 dan 5 dengan total partisipan sebanyak 250 mahasiswa.

Izazi menjelaskan tentang ranah dan cabang forensik yang ada sekarang mulai dari Computer Forensics, Mobile Forensics, Audio/Video Forensics, Network Forensics, Web & Email Forensics, Database Forensics, Live Data Forensics dan Malware investigation. Lebih lanjut Izazi menjabarkan bahwa Digital Forensics for Public Finance secara kontekstual memang terdengar asing bagi kebanyakan orang tetapi sangat dekat seperti penggelapan atau pemalsuan laporan pajak, pemalsuan data wajib pajak, maupun money laundering.

Sementara itu dalam ilmu forensik, kejahatan digital terbagi menjadi 2 yakni Computer Crime atau lebih dikenal sebagai Cyber Crime dikarenakan kejahatan yang dilkakukan menggunakan semua perangkat computing baik itu komputer, android, Bluetooth dimana jenis kejahatannya bisa berupa Defacement, SQL Injection, Data Fraud, DDos, Cross Site Scripting, Network Sniffing, Phishing, Bank Fraud & Carding .Kemudian Cyber-related Crime, yakni tindak kejahatan yang menggunakan bantuan perangkat digital atau media elektronik dimana bukti kejahatanya didapat dengan melakukan analisa forensik.

Public Finance sendiri termasuk dalam ranah Cyber-related Crime mengingat hanya Electronic devices (perangkat digital) hanya menyimpan evidences jadi perlu adanya orang khusus untuk menangani problematika tersebut seperti tax crime”, pungkas Izazi.(Afif)

f t g m

Kontak Kami

Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Email : teknik@ump.ac.id

Web : http://teknik.ump.ac.id