Copyright 2019 - Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK)

Mahasiswa FTS UMP Ikuti Mentoring Akbar

 

Sebanyak 240 mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mulai digembleng untuk mengikuti jenjang tahapan sebagai calon pemimpin bangsa kedepan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca Al Quran, para mahasiswa digembleng dengan kegiatan pendampingan keagamaan dan mentoring untuk penguatan karakter dan mental spiritual, Senin (17/12) di Aula AK Anshari.

Koordinator Mentor FTS Iqbal Amin mengatakan menthoring akbar ini merupakan konsep baru yang di suguhkan oleh para mentor dari Fakultas Teknik dan Sains (FTS) berupa materi tambahan yang belum ada di fakultas-fakultas lainsetelah materi panduan yang diberikan dari LPPI sudah selesai. “Tujuannya untuk memberikan semangat para mente agar tetap meningkatkan kemampuan dalam membaca Al-qur’an walaupun kegiatan rutin menthoring sudah selesai,” ungkapnya.

 

 

Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan ini merupakan ide baru yang digagas oleh para mentor FT. Kelulusan menthoring nantinya adalah sebagai syarat wisuda yakni memperoleh sertifikat bukti telah mengikuti mentoring dan juga shadadah bukti kelancaran membaca al-Qur’an. “Materi tambahan yang di suguhkan pada kesempatan kali ini adalah mengenai teologi surat Al-Ma’un, guna memberikan pemaksimalan mereka dalam beribadah,”ungkapnya.

 

Sementara itu Havidz Cahya Pratama dalam penyampaian materinya mengungkapkan, Teologi Al Ma'un merupakan teologi pertolongan. “Pertolongan bagi orang miskin, orang duafa, dan orang terzolimi. Atau yang di sebut Kaum Mustad’affin,” ungkapnya.

 

Dijelaskan, teologi Al-Ma’un merupakan dasar utama yang berdiri dan berkembangnya Muhammadiyah dari awal berdiri hingga saat ini. “Teologi yang didasarkan pada Al-Quran ini didasari oleh 3 (tiga) pilar kerja yaitu: feeding, schooling, dan healing. Dari teologi ini lah Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari 100 tahun dengan memiliki banyak sekali Amal Usaha,” papar Havidz.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, landasan Teologi Al Maun, Menurut Hasan Hanafi, pada dasamya Islam memiliki perangkat yang cukup untuk melakukan perlawanan terhadap penindasan. “Seperti shalat harus memilki fungsi sebagai yang mampu melepaskan manusia dari kemungkaran dan sifat kikir. Puasa harus mampu merasakan rasa lapar dan penderitaan orang lain. Sehingga ibadah puasa mampu meniadi motifasi dalam membela kaum tertindas,” pungkasnya.(yas/tgr/aff)

 

f t g m

Kontak Kami

Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Email : teknik@ump.ac.id

Web : http://teknik.ump.ac.id