Copyright 2019 - Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK)

The 2nd INCEAS 2019, Ajak Para Peneliti Bahas Industri 4.0

 

Sabtu, 17-Nov-2019. Industri 4.0 saat ini merupakan isu global yang sedang gencar di realisasikan oleh banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FTS-UMP) yang merupakan salah satu kampus unggulan di Purwokerto menggelar The Second InCEAS (International Conference on Engineering and Apllied Science) 2019. Seminar internasional yang merupakan ajang berkumpulnya para akademisi, insinyur maupun stakeholder ini mengambil tema Smart Technology, Challenges and Opportunity in Industries 4.0 dengan 6 kategori bidang yang meliputi teknik elektro, teknik sipil, teknik kimia, teknik industri, teknik mesin dan informatika.

 InCEAS tahun ini digelar di Hotel Santika Premiere Yogyakarta dimana dalam kegiatan ini setidaknya lebih dari 80 paper dipresentasikan. Sementara panitia menghadirkan 4 orang keynote speaker antara lain Haryanto, Ph.D (Chemical Engineering , Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia), Assoc. Prof. Ahmad Ruslan Mohd Ridzuan, Ph.D (Universiti Teknologi MARA, Faculty of Civil Engineering, Malaysia), Asst. Prof. Chaleeda Borompichaichartkul, Ph.D (Chulalongkorn University, Department of Food Technology, Thailand), dan terakhir adalah Asst. Prof. Aqsha, Ph.D (Universiti Teknologi Petronas, Department of Chemical Engineering, Malaysia).

Ketua panitia 2nd Inceas 2019, Wakhyu Dwiono, M.T. mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga mengungkapkan bahwa tema inceas setiap tahunnya harus selaras dengan isu global yang sedang dialami oleh dunia.

 

Haryanto selaku keynote speaker yang mengisi sesi pertama plenary sekaligus dosen Teknik Kimia UMP mengungkapkan tentang hydrogel dan implementasinya bagi berbagai ranah kehidupan. Selaras dengan Haryanto, Chaleeda juga menuturkan bahwa packaging atau wadah dari suatu produk makanan harus bisa memperlama kesegaran dari makanan itu sendiri tanpa dipengaruhi suhu , waktu maupun lingkungan luar. Pembuatan makana dengan robotics processing juga dimungkinkan untuk membuat kualitas dari suatu produk menjadi homogen. Bukan tidak mungkin nantinya akan ada robot chef seperti Spyce yang dimanufaktur oleh MIT di Boston Restaurant.

 

Berbeda dengan kedua presenter sebelumnya, Ahmad Ruslan yang memfokuskan diri pada bidang infrastruktur dengan Self-Monitoring Analysis And Reporting Technology atau SMART. Dalam dunia infrastruktur salah satunya dalah SMART Concrete, yang mana digunakan untuk memantau memantau kesehatan struktur beton bertulang yang dikembangkan oleh Dr. Deborah D.L. Chung from State University of New York at Buffalo, U.S.. Ruslan menjelaskan dengan adanya metode ini developer dapat mendeteksi tekanan (stress) dan ketegangan (strain) pada beton sebelum beton itu mengalami kegagalan. Dimana Smart Concrete pada proses pembuatannya menggunakan tambahan short carbon fiber kedalam beton menggunakan mixer untuk untuk memodifikasi hambatan listrik beton dalam menanggapi ketegangan atau tekanan. Smart Concrete mampu merasakan cacat struktural yang sangat kecil dan karenanya menemukan aplikasi dalam memeriksa kondisi internal struktur, terutama setelah gempa bumi. Lebih lanjut dlam bidang informatika, IoT dapat masuk ke ranah ini dengan Powerful Data Collection untuk Self-Monitoring Cement, Remote Operation, Equipment Maintenance Notifications maupun Smart Resource Allocation dengan melibatkan beragam sensor atau device pintar yang terhubung dengan Cloud Network pada tempat pembangunan sehingga proses pembangunan dapat dimonitor secara realtime dan presisi dapat ditingkatkan.

 

Dr. Aqsha sebagai keynote ke-4 mengambil tema energi, mengingat beliau berasal dari Chemical Engineering, Universiti Teknologi Petronas. Berbekal sumber dari SOURCE tahun 2012, Aqsha mengemukakan bahwa tren konsumsi energy dunia pada saat itu masih didominasi oleh minyak bumi (33%), gas alam(24%) dan batubara (30%), sementara untuk air dan sumber energi terbarukan (renewables source) masih menjadi minoritas.

 

“Nyatanya pertumbuhan ekonomi, penduduk maupun infrastruktur selalu berbanding lurus dengan kebutuhan energi yang ada, oleh sebab itu perlunya kita memanfaatkan sumber-sumber energy terbarukan yang masih melimpah yang ada disekita kita seperti solar energy, wind energy, geothermal, nuklir ataupun biomass sebagai sumber energi alternatif”, ungkap Aqsha.

Aqsha lewat 2nd inceas 2019 juga menyuarakan tentang pentingnya biogas sebagai sumber energy lewat judul “From Waste to Wealth – Biogas Production Technology”. Aqsha menjelaskan tentang keuntungan yang dapat diambil lewat penggunaan potensi biomass untuk pembuatan biogas sebagai bahan bakar.

 

Aqsha menambahkan, “Taruhlah dengan 14 juta ekor ayam, dapat dihasilkan biogas yang setara dengan  40 MegawattHours/day (MWH/day), 20 ribu meter kubik gas LPG dan 250 ton kompos per hari. Tak hanya itu pembuatan Biogas tak hanya terbatas dari pemrosesan kotoran ternak saja tetapi bias juga hari sisa makanan baik buah maupun sayur memalui proses panjang Biogas Purification”.

Biogas Purification sendiri merupakan proses yang mengubah biomass diatas melalui sebuah sistem yang diawali dengan Water Removal, Impurity (Sulfide & Siloxane) Removal, dan Carbon Dioxide Removal lalu mengalami proses kompresi sehingga berubah menjadi biogas. Dimana sisa hari pembuatan Biogas dapat digunakan sebagai pupuk kompos atau kandang yang dapat digunakan kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah.

 

Dalam Seminar ini juga diumumkan Best Paper dan Best Presenter yang mana pada kategori Best paper diraih oleh Indra Khairul Amri & Murinto (Universitas Ahmad Dahlan) dengan judul “Detection of Object Changes in Low Contrast Image using Template Maching Method” sedangkan Many Anthony M. Taguba (National University of Philippine) dengan judul “Optimization of The Compressive Strength of Hair Fiber Reinforced Concrete using Central Composite Design” terpilih sebagai Best Presenter.(aff)

 

f t g m

Kontak Kami

Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Email : teknik@ump.ac.id

Web : http://teknik.ump.ac.id