Copyright 2019 - Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK)

Tinjau Kurikulum, TI-UMP Libatkan Stakeholder dan Alumni

Sabtu, 30-11-2019. Prodi Teknik Informatika merupakan salah satu program studi favorit bagi generasi saat ini, selain karena perkembangan teknologi & informasi yang terus berkembang pesat dan industries 4.0 tetapi juga kebutuhan SDM yang unggul semakin kian besar. Prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (TI-UMP) yang juga merupakan salah satu pelaku pendidikan juga menginginkan alumni yang nantinya akan menjadi SDM Indonesia memiliki kompetensi dan siap untuk berkarir di dunia kerja sesuai dengan minat mereka saat memasuki prodi tersebut.

Berkenaan dengan hal tersebut prodi mengggelar diskusi dengan beberapa stakeholder dan alumni untuk melihat seberapa besar capaian kecocokan antara kurikulum yang ada di prodi dengan kebutuhan dunia kerja yang mana kegiatan ini diadakan di Ruang Sidang Fakultas Teknik dan Sains (FTS) lantai 2 Kampus I Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Stakeholder yang hadir antara lain Samsu Priyo Nugroho, S.T., M.M perwakilan PT. Global Intermedia Yogyakarta, Achmad Dian Rafii selaku supervisor Divisi Aplikasi & Pengembangan PT. Sekawan Global Komunika Purwokerto dan Fitria Ekowati, S.T. dari CV. Infomedia Technology Banyumas.

Sementara untuk alumni yang hadir adalah Rizki Alip Suryanto, S.Kom. (Dinkominfo Banyumas) dan Arigus Wahyu Nur Prabowo, S.Kom. (RSUD Ajibarang). Yang mana keduanya saat ini telah menjadi programmer di tempat tersebut.

 

Tujuan dari diskusi ini adalah bersama-sama menyiapkan kurikulum yang ideal bagi mahasiswa TI khususnya yang ada di UMP agar dapat langsung mengimplementasikan ilmunya sekaligus dengan pedoman kurikulum yang sudah ditingkatkan diharapkan dapat lebih memantapkan pengetahuan sebagai bekal awal bagi para mahasiswa untuk bersaing kompetitif di dunia kerja yang mana pada diskusi kali ini lebih banyak dibahas mengenai skill programmer atau code builder.

Samsu Priyo N. menjelaskan bahwa alumni UMP yang saat ini terbilang baik dan credible dalam bekerja dibidangnya masing-masing, bahkan kemampuannya beberapa ada yang diatas rata-rata apabila dibandingkan dengan alumni dari perguruan tinggi lain yang bekerja di Global Intermedia.

 

Samsu menjelaskan,

“Mengingat perusahaan kami merupakan perusahan menengah berskala nasional, tentunya kami ingin employee yang berasal dari UMP paham dan dapat menggunakan sistem ataupun teknologi baru sesuai dengan perkembangannya”.

“Selain itu para employee kami tuntut untuk lebih kreatif dapat menjalankan tugasnya, dapat berkomunikasi dengan client secara lugas dan jelas tetapi juga skill technical support yang akan menjembatani kebutuhan client dengan produk system maupun aplikasi yang dibuat”, tambah Samsu.

 

Selaras dengan yang disampaikan sebelumnya, Achmad Dian juga memberikan bahwa programmer asal UMP yang saat ini bekerja di perusahannya harus bisa bekerja dengan tim, bukan solo programmer.

“Aplikasi atau system yang dibuat oleh perusahaan kami adalah aplikasi yang benar-benar akan dipakai oleh client bahkan digunakan oleh beberapa dinas jadi bukan aplikasi yang nantinya kita modifikasi untuk dijual kembali”, ungkap Achmad.

Selain mengungkapkan hal diatas Achmad Dian juga menambahkan agar prodi menyematkan teknologi-teknologi baru dalam pembelajaran seperti pembuatan aplikasi mobile berbasis framework dan teknologi terbaru yang nantinya akan menjadi nilai tambah vital bagi kompetensi dasar seorang sarjana IT.

 

Fitria Ekowati selaku perwakilan dari CV. Infomedia Technology mengungkapkan apirasinya , “Kedepan alumni dapat memahami perkembangan IT dan mengembangkan kemampuan interpersonalnya, karena untuk memahami client maupun customer, kita harus paham bagaimana melakukan komunikasi yang baik sehingga feedback yang disampaikan dapat diproses secara akurat ”.

 

Muhammad Hamka, S.T., M.Kom selaku salah satu Dosen TI-UMP mengemukakan bahwa alumni UMP saat ini sedang disiapkan untuk menjadi alumni yang unggul melalui sertifikasi Kompetensi. Tidak tanggung-tanggung, sertifikasi yang dikeluarkan berstandar nasional yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

“Guna mendukung sekaligus menjadikan nilai tambah alumni kami, kami mendorong para alumni memiliki sertifikasi kompetensi yang dapat digunakan sebagai plengkap saat alumni menjadi jobseeker maupun untuk mengawali karis dibidang technopreneur”.

Lebih lanjut Hamka menambahkan, “Selain Skema komptensi programmer, saat ini kami tengah menyiapkan skema Database Administrator dan Network Administrator Madya untuk memfasilitasi bagi para mahasiswa atau calon alumni yang memiliki interest pada 2 skema tersebut”.

 

Selain sertifikasi kompetensi, TI-UMP juga saat ini tengah membangun Lab forensic sekaligus menjadi Digital Forensics Center pertama yang dimiliki UMP. Diharapkan dengan adanya lab tersebut semakin membuka wawasan maupun minat mahasiswa dalam menyusun skripsi ataupun melakukan penelitian mandiri.

Setelah para stakeholder memberikan masukan kini giliran alumni membuka aspirasi.

 

Rizki Alip S. yang saat ini menjadi salah satu programmer Diskominfo Banyumas memberikan opini bahwa alumni harus disiapkan menjadi programmer yang adaptif yang selalu mengikuti perkembangan dunia IT.

“Taruhlah saya semasa belajar di UMP meggunakan Bahasa pemrograman PHP native, kedepannya saya berharap mahasiswa yang belajar di kampus dapat mendalami salah satu framework di project akhirnya misalnya, dengan demikian dapat tercipta gambaran saat ia masuk kedunia kerja, sebagai contoh di dikominfo banyumas kami menggunakan Laravel - PHP Framework dalam salah satu system kami”, ujarnya.

Bebeda dengan Rizki Alip, Arigus Wahyu menjelaskan bahwa programmer harus bisa bekerja dalam tim dan paham akan project yang dibuat dan mendokumentasikannya secara sistematis.

“Dokumentasi project menjadi hal yang umum di tempat kerja, selain untuk mengukur seberapa akurat system yang dibuat tetapi juga sebagai tolak ukur kepuasan pengguna dengan adanya system ini”, ungkap Arigus.

Samsu Priyo lagi-lagi memberikan saran yang cukup baik setelah para alumni menyampaikan opini dan aspirasinya. Kali ini Samsu menjelaskan

“Mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk mendokumentasikan suatu project baik di awal project, akhir project bahkan saat project pengerjaan system dilakukan. Pada dasarnya Technical Support kami lebih sering berbicara dengan Client, barulah setelah kita mendengar keluhan atau feedback nantinya kita akan sampaikan ke programmer kami”, Pungkasnya. (Aff)

 

f t g m

Kontak Kami

Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Email : teknik@ump.ac.id

Web : http://teknik.ump.ac.id