Copyright 2020 - Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK)

Teknik Kimia UMP gelar Basic Training K3

Sabtu, 21 Desember 2019.

Peter Drucker : “The first duty of business is to survive, and the guiding principle of the business economics is not maximization of profit – it is avoidance of loss”. Seperti yang dikutip dari quotes Peter Drucker, K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) bertujuan untuk melindungi kelangsungan usaha & aset didalamnya seperti manusia sebagai SDM, bahan baku dan mesin maupun peralatan didalamnya. Selain itu K3 merupakan bagian integral dari strategi bisnis untuk meningkatkan daya saing pabrik/perusahaan tersebut. 

 

Menanggapi hal tersebut, Prodi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerjasama dengan PT. Tranindo Pratama Mulia mengadakan Basic Training K3 yang merupakan kali kedua bagi prodi tersebut. Acara yang berlangsung selama 1 hari ini dibimbing oleh Jefri Imron selaku Quality, Health, Safety, Environment (QHSE) Practitioner, Consultant sekaligus Trainer K3.

 

Seperti kita tahu bahwa K3 menjadi sesuatu yang penting & perlu diperhatikan bagi mahasiswa yang nantinya akan bekerja dimana mereka akan “bertatap” langsung dengan bahan-bahan kimia, peralatan mekanis & elektris yang pastinya mempunyai resiko bagi individu yang menggunakan atau memanfaatkannya. Ketua Program Studi Teknik Kimia UMP, Haryanto, Ph.D. mengungkapkan bahwa K3 sangatlah krusial dalam keberlangsungan suatu bisnis mengingat permasalahan safety maupun lingkungan menjadi sorotan bagi khalayak luas maupun Kementrian Lingkungan Hidup.

 

Kegiatan yang dilakukan di lingkungan Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammdiyah Purwokerto ini diikuti oleh semua mahasiswa angkatan 2016 Prodi Teknik Kimia UMP. Yang lebih menarik dalam pelatihan ini adalah peserta training akan mendapatkan 3 in 1 Certificate yang mencakup Risk Management, HIRADC (Hazzard Identification Risk Assesment and Determining Control), dan Basic Fire Fighting.

 

 

Materi pada sesi pertama ini para peserta pelatihan dijelaskan mengenai pengenalan dasar-dasar K3, Penyebab Kecelakaan, Pencegahan Kecelakaan, Strategi Pengendalian Bahaya, PPE (Personal Protective Equipment) atau Pakaian Pelindung Diri, dan Safety Procedures. All Injuries can be Prevented, pastilah benar ungkapan tersebut karena pada dasarnya kecelakaan kerja pasti ada sebabnya, kecelakaan kerja juga bukanlah takdir sehingga jika kita menghilangkan sebab-sebabnya maka kecelakaan tersebut pasti dapat dihindari ataupun dicegah. Jefri menjelaskan bahwa penyebab kecelakaan terbagi menjadi dua yakni: Unsur Manusia dengan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Act) dan Unsur teknis atau Kondisi Tidak Aman (Unsafe Condition). Sudah sewajarnya para pekerja juga menggunakan PPE atau Pakaian Pelindung Diri yang sesuai dengan standar seperti Pelindung Muka dengan bahan khusus (Face Shield), sarung tangan yang tahan api (Glove), Alat pelindung kepala yang standar dan akan berbeda jika tempat kerja mengandung bahan kimia & berkondisi bising pastinya kita membutuhkan pakaian kerja yang lebih lengkap selain yang disebutkan sebelumnya seperti  ear plug atau ear muff yang dapat mengurangi intensitas suara 20 s/d 30dB (decibell) maupun alat bantu pernapasan seperti Air Purifying Respirators (APR) dengan perlindungan debu (dust masks) & Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) baik menggunakan tabung khusus ataupun Airline System (Kabel udara).

 

 

Safety Procedures atau Prosedur dimana hal ini mencakup seluruh aturan terkait dengan penggunaan alat baik alat berat maupun perkakas, bagaimana bekerja di ketinggian & aturannya, pengoperasian Crane maupun Conveyer (ban berjalan), serta personil yang akan melakukan pekerjaan tersebut. Sebagai contoh apabila kita bekerja di ketinggian alangkah baiknya kita menggunakan harness & harus disediakan perancah yang standar, atau apabila kita berkerja di ruangan terbatas pastinya akan terjadi Oxygen deviation sehingga dibutuhkan ventilasi yang cukup & menggunakan alat bantu respirator seperti yang telah dibahas diatas.

 

Pada materi kedua instruktur K3 memapaparkan tentang HIRADC (Hazzard Identification Risk Assesment and Determining Control) di tempat kerja, Hazards Indentification (Identifikasi Bahaya), dimana bahaya di tempat kerja sendiri dibagi menjadi 6 yakni : 1)Mechanic Hazard (Bahaya Mekanik), 2)Electrical Hazard (Bahaya Listrik), 3)Chemical Hazard (Bahaya Kimiawi), 4)Biological Hazard (Bahaya Biologi), 5)Physical Hazard (Bahaya Fisik) dan 6)Psychological Hazard. Dimana masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Mechanic Hazard (Bahaya Mekanik), bahaya yang dihasilkan dari perangkat mekanik atau poros yang berputar seperti mesin, alat angkut, bejana tekan, kompressor
  2. Electrical Hazard (Bahaya Listrik), bahaya dari arus maupun instalasi listrik seperti short circuit/hubungan arus pendek, Api, maupun Electric Shock.
  3. Chemical Hazard (Bahaya Kimiawi), Cairan Kimia berbahaya, Flammable Gas & Liquid, Polusi dan Toxic (Racun).
  4. Biological Hazard (Bahaya Biologi), Bahaya dari Flora maupun Fauna di lingkungan kerja.
  5. Physical Hazard (Bahaya Fisik), yang dapat berupa suhu, radiasi, tekanan, getaran,suara bising yang dapat menganggu kesehatan & keselamatan pekerja.
  6. Psychological Hazard yang dapat berupa stress dan beban kerja yang dapat memicu Human-Error yang membahayakan individu itu sendiri.

 

Setelah kita melakukan Hazards Identification, hendaknya sebagai Health and Safety Engineer (HSE) melakukan Risk Assessment untuk mengetahui seberapa besar dampak dari kecelakaan kerja ataupun insiden pabrik/tempat kerja serta dampak terhadap kinerja pabrik dan lingkungan sekitar tempat tersebut. Sementara itu, didalam Risk Assessment sendiri terbagi menjadi dua yakni severity (keparahan) & likelihood (kecenderungan), dimana Severity Risk Assessment sendiri bertolak-belakang dengan cara berpikir orang indonesia yang masih tradisional menangani kecelakaan kerja seperti menunggu sampai ada kecelakaan baru, pengalaman dari orang lain, pasif dalam bertindak, dan baru melakukan penyelidikan faktor penyebab kejadian apabila terjadi kecelakaan baru. Seorang Health and Safety Engineer harus menghindari cara berpikir & bertindak yang tradisional itu mengingat dalam suatu pabrik/perusahaan memiliki sumber daya yang besar, peralatan yang mahal dan pastinya SDM(Sumber Daya Manusia) yang merupakan asset penting. Kita juga tidak boleh melupakan lingkungan & penduduk sekitar yang mungkin akan memperolah dampak buruk apabila pabrik mengalami kecelakaan atau insiden.

 

 

Menyambung masalah tersebut kita hendaknya mengetahui Teknik Identifikasi Bahaya (Hazards  Identification) dimana seorang Health & Safety Enginneer harus dapat mengidentifikasi bahaya-bahaya apa saja yang bisa terjadi dari aspek-aspek diatas seperti melakukan Checklist, Preliminary Hazards Analysis, What If, Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis, Hazops, Failure Mode and Effect Analysis dan LOPA (Layer of Protection Analysis). Kesemuanya itu diharapkan dapat membuka wawasan dan awareness kita terhadap K3 sehingga nantinya diharapkan lulusan dari Teknik Kimia UMP yang mempunyai keterikatan langsung terhadap K3 dapat menjadi seorang ahli /konsultan K3 atau bahkan Health and Safety Engineer yang dapat mengidentifikasi Hazards atau bahaya serta merancang Pabrik maupun tempat kerja yang tak hanya sesuai standar, tetapi juga yang memenuhi kaidah-kaidah kesehatan & keselamatan kerja dan kerberlangsungan lingkungan hayati.

 

 

Selain pemaparan materi para peserta pelatihan juga diajarkan bagaimana memadamkan api (Basic Fire Fighting) menggunakan Fire Extinguisher atau alat pemadam api dan karung goni basah untuk mengenalkan langsung “proses” memadamkan api. Fire Extinguisher sendiri memilik beberapa varian seperti Water Extinguisher (kode warna merah), Foam Extinguisher (kode warna krem), CO2 (Carbon Dioxide) Extinguisher (kode warna hitam), Powder Extinguisher(kode warna biru), dan Wet Chemical Extinguisher (kode warna kuning) yang mana setiap tipe pemadam memiliki karakteristik yang berbeda yang untuk jenis asal api yang berbeda pula. Seperti Carbon Dioxide Extinguisher cocok untuk perangkat-perangkat kelistrikan, computer sehingga pemadam jenis ini cocok diletakkan di ruang server. Sedangkan Powder Extinguisher (Multi-Purpose) dapat digunakan pada bahan organic solid, cairan seperti cat, petrol, lemak, cat, maupun api yang berasal dari gas, tetapi tidak cocok untuk memadamkan api dari on-chip atau perangkat logam panas.(Aff)

f t g m

Kontak Kami

Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Email : teknik@ump.ac.id

Web : http://teknik.ump.ac.id