Copyright 2020 - Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK)

Teknik Elektro UMP Gandeng Kementerian ESDM Gelar Kuliah Tamu Ketenagalistrikan

Sabtu, 29-Feb-2020. Menjadi tenaga kelistrikan yang professional sudah menjadi syarat wajib bagi sarjana teknik elektro di era sekarang. Apalagi dengan dibukanya MEA maupun persaingan global, sarjana lokal mendapat saingan baru dari para lulusan dari negara asing. Prodi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Purwokerto (TE-UMP) bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi mengadakan workshop kurikulum pada tanggal 28 februari yang langsung dilanjutkan dengan Kuliah Tamu pada tanggal 29-nya.'

 

 

Tak tanggung-tanggung, TE-UMP menghadirkan kepala subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan, Wahyudi Joko Santoso,S.T.,M.T. sebagai narasumber. Kuliah tamu yang digelar di Aula Badi Nguzaman lt.5 Fakultas Teknik dan Sains mengambil tema “Peran Regulasi Pemerintah Bidang Ketenagalistrikan untuk Meningkatkan Profesionalisme Sarjana Teknik Elektro” ini diikuti oleh semua angkatan TE-UMP.

 

 

Kaprodi TE-UMP, Dian Nova Kusuma Hardani,S.T.,M.Eng. menjelaskan bahwa program pemerintah “Listrik Masuk Desa” sedang digalakkan dan pastinya program tersebut membutuhkan para instalatir maupun sarjana teknik elektro untuk merealisasikan program tersebut, tentunya dengan sarjana dengan kompetensi bidang yang mumpuni dan telah dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.

 

Dian menambahkan, “Saya berharap dengan mahasiswa mengikuti kegiatan ini akan paham dan tahu tentang regulasi seperti apa saja yang ada di pemerintah yang sesuai dengan bidang keminatan serta harapannya bisa bekerja sesuai dengan kompetensinya”.

 

 

Wahyudi Joko selaku narasumber menjelaskan kepada mahasiswa untuk sadar K2 (Keselamatan Ketengalistrikan) dengan tetap memegang prinsip K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dimanapun tempatnya nanti akan bekerja.

 

 

Alumni S2 ITB ini juga mengemukakan, “Selain mengandalkan ijzah dan transkip, temen-temen juga harus memiliki SKTTK dan paham tentang peralatan-peralatan kelistrikan yang sudah memiliki standar SNI”.

 

 

“SKTTK sendiri merupakan kepanjangan dari Sertifikat kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan yang wajib dimiliki oleh setiap tenaga teknik yang mana peraturan ini termuat dalam UU No.30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, naik diatasnya setiap badan usaha harus meiliki SBU (Sertifikat Badan Usaha) yang dapat melakukan instalasi tenaga listrik dengan ditunjukkan lewat SLO (Sertifikat Laik Operasi),Terakhir setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan harus memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang Lingkungan Hidup”, tambah Wahyudi.

 

Bebicara mengenai SKTTK, Wahyudi mengingatkan tentang pentingnya sertifikat ini yang merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sekaligus untuk meningkatkan daya saing seperti yang diumpamakan oleh wahyudi.

 

 

“Siapapun orangnya, asalkan dia berkompeten bolehkan dia mengerjakan di  projek dari luar negeri?, jawabannya boleh sekali karena sudah dibuktikan melalui sertfikat kompetensi yang sesuai dibidangnya atau selaras dengan projek yang dikerjakan, jadi temen-temen tidak usah berkecil hati, tetap semangat belajar dan berusaha secara maksimal”, pungkasnya. (Aff)

 

f t g m

Kontak Kami

Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Email : teknik@ump.ac.id

Web : http://teknik.ump.ac.id