Copyright 2020 - Biro Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK)

Seminal Nasional INFECT 2020 : Yuk Belajar Digital Marketing

Selasa, 10-Maret-2020. Seperti yang dilansir oleh GlintsID bulan ini, Digital Marketing merupakan salah satu dari 9 pekerjaan “Paling Hot” di tahun 2020 seperti Software Engineer, Data Analyst, Industri Kreatif dan Product Designer jika didalam ranah IT (Information & Technology) selain tak ingin pula melewatkan era revolusi Industri 4.0, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (HMTI-UMP) menggelar Seminar Nasional INFECT. Seminar yang dihadiri oleh para mahasiswa TI-UMP lintas angkatan ini diadakan di Auditorium Ukhuwayuh Islamiyah Kampus I UMP.

 

 

 

 

Seminar yang mengambil tema “Digital Marketing for Facing Industrial Revolution 4.0” menghadirkan 2 praktisi yakni Nofi Bayu Darmawan yang berprofesi sebagai CEO sekaligus Founder ‘Kampung Marketer’ dan Pri Anton Subardio, CEO Nemolab Infomedia.

 

Bryan Jaluanta, Ketua panitia INFECT tahun ini menegaskan, “Di jaman sekarang Digital Marketing sangat digemari oleh masyarakat Indonesia baik untuk produk maupun jasa, selain itu pula agar mahasiswa Teknik Informatika paham dan dapat memahami bagaimana untuk berjualan secara online dengan teknik Digital Marketing”.

 

 

 

Nofi Bayu D. yang berkesempatan menjadi narasumber pada INFECT 2020 ini merupakan salah satu Wirausahawan Muda yang telah memiliki banyak penghargaan sekaligus Founder Kampung Marketer yang telah sukses mebuat para remaja di kampungnya menjadi technopreneur karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa remaja desda memiliki kecenderungan untuk merantau atau urbanisasi.

 

Nofi menjelaskan bahwa dengan skill IT yang dimiliki oleh setiap remaja akan mampu menjadi SDM yang terampil di bidang E-commerce maupun Digital Marketing sehingga melalui effort tersebut pemuda dapat memilki penghasilan dapata memutar perekonomian dari kota ke desa. Selain itu dari ide sederhana tersebut dapat dilakukan pemberdayaan bisnis Go-Online bagi masyarakat desa pada umumnya.

 

 

 

 “Dalam Digital Marketing kita harus paham bagaimana system tersebut bekerja seperti alur transaksi, pemilihan channel marketing yang tepat seperti penggunaan FacebookAds atau InstagramAds untuk sesuatu yang menarik atau menggunakan e-commerce pihak ketiga seperti Shopee, Tokopedia, Google Location ,Hashtags dan sejenisnya untuk marketing bagi barang dan jasa yang bersifat needs atau kebutuhan”, ungkap Nofi.

 

Wirausahawan Muda Purbalingga ini juga mengemukakan bagi para mahasiswa untuk memiliki portofolio digital seperti Freelancer, Creative market, DesignCrowds, maupun Upwork untuk menarik customer bagi yang ingin menjadi freelancer maupun fulltime job yang sesuai dengan bidang IT yang dikuasai.

 

 

 

Lain halnya dengan Nofi Bayu yang bergerak memberdayakan masyarakat desa agar “sadar” teknologi, Pri Anton Subardio dari Nemolab menjelaskan tentang pertumbuhan industri telepon pintar yang kini sudah menjangkau semua elemen masyarakat menjadi peluang untuk membuat aplikasi android yang berbasis mass-crowds, mengingat Indonesia merupakan negara no.1 di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar.

 

“Untuk dapat menembus pasar Digital Marketing kita perlu mempelajari strateginya seperti Branding, Content Marketing, SEO, SEM sampai dengan APP Developmentnya, karena era-nya sudah AI (artificial intelligence) sudah tidak perlu lagi menggunakan orang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana yang biasa disampaikan oleh baik calon ataupun customer yang bias digantikan dengan Chatbot”, tukas Pri.

 

 

 

“SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing) dan SEF (Search Engine Friendly) juga menjadi krusial, apakah situs atau e-commerce kita sudah ‘berteman baik’ dengan Google atau mesin pencari, jika belum maka perlu mendapat sorotan seperti dengan bantuan Adobe Analytic, Google Analytic dan Google Business karena semakin besar market size maka tingkat probability juag semakin besar pula”, lanjutnya.  

 

Menurut Pri, promosi menggunakan media sosial ataupun internet memiliki impact factor yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan media cetak seperti banner, dan tak hanya itu biaya yang dikeluarkan juga lebih murah. (Aff)

 

 

 

“keberrhasilan itu berproses … dan setiap fase memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.” .”(dikutip dari pemaparan Nofi Bayu Darmawan)

 

“Dulu … Buku adalah Jendela Dunia, Sekarang … Internet adalah jendela Dunia , Dunia Melihat Kita.”(dikutip dari pemaparan Pri Anton Subardio)

 

f t g m

Kontak Kami

Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Email : teknik@ump.ac.id

Web : http://teknik.ump.ac.id